Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250
Opini

Catatan Keberkahan Subuh Berjamaah di Mesjid Nurul Yakin – Bojo

100
×

Catatan Keberkahan Subuh Berjamaah di Mesjid Nurul Yakin – Bojo

Share this article
Example 728x250

Oleh: H. Tuppu Bulu Alam_
_Bojo, 17 Juli 2026_

Opini, Kompasnusantaranews.com – Embun masih menempel di ujung daun. Langit timur Desa Bojo, Kecamatan Mallusetasi, baru saja merekah jingga. Dari kejauhan, adzan Subuh berkumandang syahdu dari Masjid Nurul Yaqin, dilantunkan muadzin handal, _Ust. Zainuddin_.

Pagi itu berbeda. Bukan sekadar Subuh biasa.

Satu per satu lampu masjid menyala. Langkah kaki jamaah terdengar dari berbagai penjuru dusun. Ada bapak-bapak dengan sarung dan peci, ibu-ibu dengan mukena putih, hingga anak-anak yang digandeng orang tuanya. Saf demi saf terisi. Dari depan hingga belakang. Masjid yang biasanya lengang, pagi ini “putih” oleh jamaah.

Yang membuat berbeda: hadirnya _Pejuang Subuh Berjamaah dari Majelis Syuhada Kota Parepare_. Ratusan jamaah datang bukan untuk seremonial. Mereka datang untuk menghidupkan masjid.

Acara dibuka oleh Ketua DKM Nurul Yaqin,_Ismail Alwi,._ Ia menyampaikan terima kasih kepada _Muazzis Majelis Syuhada, H. Bakhtiar Syarifuddin, SE_ beserta seluruh rombongan Pejuang Subuh Parepare. Kehadiran unsur pemerintahan juga tampak. _Rusdi Cara, SH., MH._, Legislator Dapil IV DPRD Kab. Barru turut hadir. Bahkan sebagian jamaah sudah tiba sejak usai Isya untuk i’tikaf, zikir, hingga menunggu fajar.

Usai sholat berjamaah yang khusyuk, jamaah tidak langsung bubar. Mereka tetap duduk menghadap mimbar. Di sanalah _Ustadz Nur Faizal, SH._ menyampaikan paparan syariah dengan suara tenang namun berwibawa. Seragam putih yang dikenakan para jamaah menambah khidmat suasana.

“Orang yang hatinya terpaut ke masjid, maka Allah akan menaunginya di hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya,” ucap beliau.

Ceramah itu tidak hanya disampaikan dalam bahasa Indonesia. Sebagian hikmah dilafazkan dalam bahasa Bugis. Hasilnya: tidak ada suara HP, tidak ada yang keluar masuk. Yang ada hanya anggukan, mata yang berkaca-kaca, dan hati yang tertunduk.

*Opini: Alarm Iman untuk Desa*

Apa makna dari subuh berjamaah ini?

Bagi saya, ini bukan sekadar kegiatan rutin. Ini adalah “alarm iman” kolektif. Di tengah derasnya arus yang membuat masjid-masjid kita sepi di waktu Subuh, Bojo menunjukkan contoh sebaliknya. Ketika niat baik bertemu, hasilnya luar biasa.

Kehadiran Majelis Syuhada Parepare ke Bojo adalah bentuk nyata ukhuwah antar wilayah. Ini supporting peradaban. Ini cara menguatkan desa agar terus termotivasi memakmurkan masjid secara ikhlas, bukan karena paksaan atau pencitraan.

 

Paparan syariah Ustadz Nur Faizal juga mengingatkan hal mendasar: Islam bukan hanya ritual di masjid. Ia pedoman dalam rumah tangga, bermasyarakat, hingga bernegara. Dan itu dimulai dari menjaga sholat di awal waktu.

Masjid Nurul Yaqin pagi itu membuktikan satu hal: masjid tidak akan sepi jika ada yang mau memulainya. Jika ada yang mau berjalan duluan, maka yang lain akan menyusul.

Semoga dari subuh ini lahir 3 hal: generasi yang cinta masjid, keluarga yang sakinah, dan desa yang diberkahi Allah SWT. Aamiin.

_Wallahu a’lam bishawab._

Example 800x350
Example 120x600
banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 728x250
google.com, pub-7244876559405049, DIRECT, f08c47fec0942fa0