Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250
Opini

Refleksi Perhelatan Konferensi PWI Sulawesi Selatan Tahun 2026, yang Melahirkan Pemimpin secara Aklamasi Tanpa Pemungutan Suara

99
×

Refleksi Perhelatan Konferensi PWI Sulawesi Selatan Tahun 2026, yang Melahirkan Pemimpin secara Aklamasi Tanpa Pemungutan Suara

Share this article
Example 728x250

Catatanku (*asp)

KompasNusantaranews.com, Opini – Konferensi PWI Sulawesi Selatan 2026 berlangsung penuh warna. Sejak sesi pembukaan hingga pleno penentuan ketua, ruang sidang Graha Pena Makassar diwarnai interupsi demi interupsi. Namun alih-alih memecah, dinamika itu justru membakar semangat persatuan para “kuli tinta” di forum tertinggi PWI Sulsel.

Puncak drama terjadi saat calon ketua Amrullah Basri menyatakan mundur dari kontestasi. Keputusan itu membuat forum bulat bermufakat. Tanpa pemungutan suara, Suwardi Tahir resmi didapuk menakhodai PWI Sulsel lima tahun ke depan, menggantikan Ketua Demisioner 2021–2026, Agusalim Alwi Hamu.

*Suasana Demokratis, Hasil Aklamasi*
Ketua Sidang mengetuk palu penetapan di tengah tepuk tangan peserta. Proses yang kondusif dan kekeluargaan ini disebut menjadi bukti solidnya kepercayaan anggota kepada Suwardi.
“Aklamasi bukan sekadar jalan pintas. Ini cermin kepercayaan kolektif pada figur yang rekam jejaknya jelas,” ujar salah satu peserta konferensi.

*Profil Ketua Terpilih*
Suwardi bukan orang baru di jagat pers Sulsel. Wartawan senior ini malang melintang di dunia jurnalistik dan dikenal aktif mendorong peningkatan kompetensi. Ia juga kerap dipercaya menjadi penguji Uji Kompetensi Wartawan (UKW), profesi yang menuntut integritas dan ketajaman etika.

Usai ditetapkan, Suwardi langsung menegaskan visi kepemimpinannya: PWI yang inklusif.
“Saya termotivasi menjadi Ketua PWI Sulsel karena ingin menjadikan organisasi ini rumah bersama. Tidak eksklusif, tidak ada sekat media besar atau kecil, cetak atau digital. Semua anggota punya ruang yang sama,” tegasnya.

*Tantangan 5 Tahun ke Depan*
Penetapan Suwardi datang di saat lanskap media berubah cepat. Disrupsi digital, banjir informasi tak terverifikasi, dan hoaks menjadi “pekerjaan rumah” yang tak bisa ditunda.

Karena itu, kepemimpinan baru PWI Sulsel dihadapkan pada tiga agenda utama:
1. *Perkuat soliditas internal* – Merajut kembali simpul anggota pasca-konferensi yang dinamis.
2. *Upgrade SDM wartawan* – Perbanyak UKW, pelatihan jurnalisme data, cek fakta, dan adaptasi AI untuk ruang redaksi.
3. *Jaga marwah pers* – Menjadi benteng independensi dan profesionalisme di tengah tekanan politik maupun bisnis.

*Harapan Anggota*
Banyak anggota menaruh harapan pada program nyata. PWI Sulsel didorong lebih agresif menggelar pendidikan, pelatihan, dan pendampingan hukum bagi wartawan daerah. Terutama bagi media lokal yang kini berjuang di tengah dominasi platform digital.

“Di era serba cepat ini, PWI harus jadi lokomotif. Bukan cuma organisasi seremonial, tapi benar-benar meningkatkan kelas wartawan Sulsel,” kata seorang wartawan senior peserta konferensi.

*Momentum Jaga Kualitas Demokrasi*
Konferensi 2026 ini sekaligus jadi penanda arah baru PWI Sulsel. Aklamasi yang diraih Suwardi Thahir dianggap sebagai modal sosial besar. Tinggal bagaimana kepercayaan itu dikonversi menjadi kerja kolektif: menjadikan pers Sulsel tetap independen, profesional, dan terpercaya sebagai pilar keempat demokrasi.

Dengan periode kepemimpinan 2026–2031, Suwardi tak hanya mewarisi kursi ketua. Ia mengemban amanah untuk memastikan jurnalisme di Sulawesi Selatan tetap relevan, bermartabat, dan berpihak pada publik.

Example 800x350
Example 120x600
banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 728x250
google.com, pub-7244876559405049, DIRECT, f08c47fec0942fa0