Kompasnusantaranews.com, Maros – Anggota DPRD Maros, Marjan Massere, menjadi doktor pertama di lingkup DPRD Maros periode 2024-2029 setelah menjalani sidang terbuka promosi doktor pada Program Studi Ilmu Politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Selasa, 10/02/2026.
Dalam sidang akademik tersebut, Marjan dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan. Ia juga tercatat sebagai doktor ke-10 pada Bidang Ilmu Politik Universitas Hasanuddin serta menjadi doktor ke-69.209 di Indonesia.
Gelar akademik tertinggi tersebut diraih Marjan setelah mempertahankan disertasinya berjudul “Proses Politik dalam Formulasi Kebijakan Pengembangan Kepemudaan dan Keolahragaan Pemerintah Daerah Kabupaten Maros.”
Dalam pemaparannya, Marjan menekankan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada generasi muda.
Marjan juga menyebut Bupati Maros Chaidir Syam sebagai sosok yang berpengaruh dalam perjalanan politiknya.
Ia mengaku banyak belajar tentang kepemimpinan dan nilai kemanusiaan dari kepala daerah tersebut. “Saya belajar memanusiakan manusia dari beliau. Itu pelajaran politik yang sangat berarti bagi saya,” katanya.
Ia berharap capaian akademiknya dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat kualitas kebijakan publik di Kabupaten Maros.
Menurutnya, pendekatan akademik penting untuk memastikan kebijakan pemerintah daerah memiliki dasar kajian ilmiah serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
“Gelar ini bukan akhir perjalanan, melainkan awal tanggung jawab yang lebih besar untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Maros,” tutupnya.































