Kompasnusantaranews.com, Maros – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros terus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui program pemberian paket susu bagi anak-anak usia 5 hingga 8 tahun. Program ini menjadi salah satu langkah nyata pemerintah daerah dalam mendukung pemenuhan gizi anak sekaligus meningkatkan kualitas tumbuh kembang generasi muda di Kabupaten Maros.
Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, mengatakan bahwa program pemberian susu tersebut direncanakan berlangsung secara berkelanjutan dengan menjangkau seluruh 14 kecamatan di Kabupaten Maros.
Menurutnya, pemberian susu merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak sebagai salah satu upaya pencegahan stunting.
“Program ini tidak hanya dilakukan dalam satu hari, tetapi kita upayakan berlanjut dengan menjangkau seluruh kecamatan di Kabupaten Maros,” ujar Muetazim, Rabu 14/10/2026.
Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Maros itu menjelaskan, Pemkab Maros telah melaksanakan berbagai langkah pencegahan stunting dari tahun ke tahun. Program pemberian susu diharapkan semakin memperkuat upaya tersebut, khususnya dalam mendukung peningkatan pemenuhan gizi anak.
“Program pemberian susu ini menjadi salah satu bagian dari langkah berkelanjutan pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan gizi anak,” tegasnya.
Untuk memperluas jangkauan penerima manfaat, penyaluran susu akan dilakukan melalui sekolah dan puskesmas. Dengan pola tersebut, program tidak hanya menyasar anak-anak di lingkungan sekolah, tetapi juga masyarakat yang mengakses pelayanan kesehatan.
Sasaran program turut mencakup ibu hamil yang menjalani pemeriksaan kehamilan serta orang tua yang membawa bayinya untuk mendapatkan layanan kontrol kesehatan di puskesmas.
“Karena selain melalui sekolah, pemberian susu juga akan menyasar masyarakat yang datang ke puskesmas untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, termasuk ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan serta orang tua yang membawa bayinya untuk kontrol kesehatan,” jelasnya.
Muetazim menegaskan, pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini, bahkan sejak anak masih berada dalam kandungan. Oleh karena itu, perhatian terhadap pemenuhan gizi ibu hamil dan anak menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.
Menurutnya, upaya pencegahan stunting membutuhkan perhatian berkelanjutan serta keterlibatan berbagai pihak agar pemenuhan gizi dan kesehatan ibu serta anak dapat terus ditingkatkan.
Terkait perkembangan angka stunting di Kabupaten Maros, Muetazim menyampaikan bahwa berdasarkan data triwulan II, prevalensi stunting tercatat sebesar 14,33 persen atau sekitar 3.816 orang.
Melalui program pemberian susu yang direncanakan menjangkau seluruh kecamatan, Pemkab Maros berharap upaya peningkatan gizi masyarakat dapat terus diperkuat. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung tumbuh kembang anak sekaligus mewujudkan generasi Maros yang lebih sehat dan berkualitas.































