Kompasnusantaranews.com, Maros – Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia (HPPMI) menggelar unjuk rasa di depan kantor DPRD Maros, menuntut pengawasan ketat terhadap Peraturan Daerah serta penyaluran beasiswa tahun 2026. Massa diterima anggota DPRD Maros, Andi Mappelawa S.
Ia menegaskan legislator sepakat dengan mahasiswa bahwa perda-perda perlu diawasi secara ketat. “DPRD akan terus mengingatkan pemerintah daerah mengenai pentingnya distribusi beasiswa,” ujarnya.
“Kami sepakat pengawasan perda harus diperketat, termasuk distribusi beasiswa,” kata Andi Mappelawa S.
Di saat yang sama, Dinas Sosial Maros menyiapkan bantuan sosial pendidikan bagi 360 mahasiswa dari keluarga miskin yang masuk kategori desil 1–4 Kemensos. Kepala Dinas Sosial Maros, Andi Zulkifli Riswan Akbar, mengatakan calon penerima tersebar di 14 kecamatan. katanya 08/02/2026.
“Ini bukan beasiswa umum, melainkan bantuan sosial pendidikan khusus untuk masyarakat miskin,” jelasnya.































