Kompasnusantaranews.com, Maros – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (HIMATEPA) Universitas Hasanuddin (UH) sukses membentuk Sanggar Tani Pemuda di Desa Nisombalia, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, pada Sabtu (26/7/2025). Program ini diiringi dengan pelatihan kelembagaan yang diikuti oleh 23 pemuda desa.
Pelatihan kelembagaan ini bertujuan untuk membekali para pemuda dengan pengetahuan dasar organisasi, termasuk struktur pengurus, peran dan fungsi, serta cara mengambil keputusan yang efektif. Menurut Ketua Tim PPK ORMAWA HIMATEPA UH, Fitriani, sanggar tani ini diharapkan menjadi wadah resmi bagi pemuda untuk berinovasi dan berkontribusi nyata dalam memajukan pertanian lokal.
“Pelatihan kelembagaan ini adalah fondasi agar sanggar ini dapat berjalan secara terstruktur, profesional, dan berkelanjutan,” ujar Fitriani, saat ditemui jurnalis Kompas Nusantara.
Materi pelatihan disampaikan oleh Muh. Khairul yang menekankan pentingnya pengelolaan kelompok yang solid sebagai kunci keberhasilan. “Sanggar tani yang kokoh tidak hanya diukur dari jumlah anggotanya, tetapi juga dari solidnya kelembagaan dan kemampuan untuk berkolaborasi,” katanya menjelaskan.


Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi sepanjang kegiatan, aktif berdiskusi dan berpartisipasi dalam simulasi. Salah satu peserta, Syamsir, menyampaikan, “Pelatihan ini sangat membuka wawasan kami. Sekarang kami jadi lebih paham bagaimana mengelola kelompok tani dengan baik.”
Puncak dari kegiatan ini adalah peresmian Sanggar Tani Pemuda Nisombalia. Dengan adanya sanggar ini, diharapkan pemuda desa memiliki wadah resmi untuk mengembangkan ide kreatif, mengimplementasikan teknologi pertanian modern, dan menjadi mitra strategis pemerintah desa.
Program kerja ini menjadi wujud nyata komitmen HIMATEPA UH dalam mengimplementasikan ilmu untuk kesejahteraan masyarakat dan diharapkan dapat mendorong kolaborasi berkelanjutan antara mahasiswa dan pemuda desa.































