Kompasnusantaranews.com, Tel Aviv – Negosiasi yang dimediasi oleh Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat tampaknya mengalami kemajuan setelah berbulan-bulan upaya untuk mencapai terobosan gencatan senjata gagal.
Israel dan Hamas terlibat dalam putaran perundingan lainnya di Qatar pada hari Selasa (14/1/2025) saat mereka hampir mencapai kesepakatan untuk gencatan senjata di Gaza dan membangun negosiasi pembebasan sandera, demikian disampaikan seorang diplomat dan merupakan warga Palestina yang berhubungan dengan para pemimpin Hamas.
Pembicaraan baru itu merupakan tanda bahwa negosiasi yang dimediasi oleh Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat, mengalami kemajuan setelah berbulan-bulan upaya gagal untuk mencapai terobosan tersebut gagal disepakati.
Salah satu indikator yang mendorong upaya damai kedua pihak ialah tekanan dari berbagai pihak agar keduanya segera membebaskan para sandera yang ditahan.
“Jika Hamas dan Israel mencapai kesepakatan, kesepakatan tersebut akan memberikan sedikit kelegaan bagi warga Palestina di Gaza, yang telah menanggung kondisi menyedihkan di kamp-kamp pengungsian, terutama karena pemboman tanpa henti oleh Israel; dan bagi keluarga para sandera yang diculik dari Israel, yang hidup dalam ketakutan serta kecemasan selama lebih dari setahun tentang nasib orang-orang yang mereka cintai,” demikian jelas Diplomat tersebut yang enggan disebutkan namanya.
Diplomat itu mengatakan pembicaraan akan difokuskan pada penyelesaian sejumlah masalah yang belum terselesaikan, sementara Palestina mengatakan pembicaraan akan berfokus pada rincian tentang cara melaksanakan kesepakatan.
Putaran perundingan sebelumnya memperlihatkan harapan yang meningkat tetapi pupus beberapa hari kemudian, dengan Israel dan Hamas saling menyalahkan atas kebuntuan upaya gencatan senjata tersebut.
Upaya untuk mencapai jalan damai antara Israel dan Hamas ini sudah sejak bulan Mei dan Juli 2024 yang lalu, namun kesempatan tersebut tidak dapat terealisasi, mengingat tingginya eskalasi pertempuran antara kedua belah pihak yang juga melibatkan sejumlah negara sahabat.































