WATAMPONE, kompasnusantaranews.com – Gau Maraja Bone 2026 dibuka dengan kejutan budaya. Dua keris pusaka yang disebut sebagai milik Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon hadir dan dipamerkan di Bumi Arung Palakka.
Kehadiran dua pusaka tersebut menjadi simbol kuatnya jalinan antara kepemimpinan nasional dengan akar budaya Bone, sekaligus memperkuat marwah Gau Maraja La Patau Matanna Tikka 2026 sebagai festival sejarah dan budaya.
Penyerahan pusaka dilakukan secara resmi oleh Plt. Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Kebudayaan RI, Dr. H. Harsono, kepada Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, http://S.Sos., M.M., di Ruang Pertemuan Gubernur, Rumah Jabatan Bupati Bone, Jalan Petta Ponggawae, Jumat (25/9/2026).
Turut hadir dalam prosesi tersebut jajaran Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX Sulawesi Selatan.
Dr. H. Harsono menjelaskan, dua keris tersebut memiliki karakter dan latar yang berbeda.





Keris yang disebut milik Presiden Prabowo Subianto merupakan jenis keris Bali dengan pamor dan filosofi yang khas. Sementara keris yang disebut milik Menteri Kebudayaan Fadli Zon merupakan jenis keris Bugis, yang berdasarkan informasi awal diduga memiliki keterkaitan sejarah dengan Kahar Muzakkar.
Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kementerian Kebudayaan RI atas dukungan dan kepercayaan menghadirkan dua pusaka bernilai sejarah tinggi itu di Bone.
“Ini menjadi kehormatan besar bagi masyarakat Bone. Kehadiran pusaka ini tidak hanya memperkaya rangkaian Gau Maraja, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenalkan, merawat, dan melestarikan warisan sejarah serta budaya kepada masyarakat, terutama generasi muda,” ujar Bupati Andi Asman.
Menurut Bupati, Gau Maraja bukan sekadar festival tahunan, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali jati diri Bone sebagai salah satu pusat peradaban Bugis yang kaya akan warisan leluhur.





Pameran dua keris pusaka tersebut kini menjadi salah satu daya tarik utama rangkaian Gau Maraja Kabupaten Bone 2026. Pemerintah Kabupaten Bone berharap, momentum ini dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kekayaan budaya Nusantara, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga warisan sejarah dan budaya Bone agar tetap hidup lintas generasi (*asp)





















