Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250
BeritaDaerah NusantaraKemanusiaanPOLRI KeamananSIKKASosial Budaya

Warga Desa Rokirole di Sikka Digigit Anjing Rabies

100
×

Warga Desa Rokirole di Sikka Digigit Anjing Rabies

Share this article
Example 728x250

SIKKA, KompasNusantaranews.com — Maria Ludvina Lanu (59), seorang petani asal Dusun Koa, Desa Rokirole, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi korban gigitan anjing rabies pada Sabtu (5/9/2026).

Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana langsung mendatangi kediaman korban di RT 009/RW 004, Dusun Koa, setelah menerima informasi kejadian tersebut.

Menurut penjelasan Putra Kencana kejadian berawal saat korban sedang memberi makan anjing miliknya didapur. Secara tiba-tiba, seekor anjing milik tetangga datang dan berusaha merampas makanan tersebut,

“Korban berusaha memisahkan kedua anjing itu. Namun, anjing milik tetangganya malah menyerang dan menggigit betis kaki sebelah kiri korban, ” ujar Putra Kencana kepada media ini, Sabtu (5/9/2026) sore.

Usai kejadian, korban langsung melakukan tindakan pertolongan pertama dengan mencuci luka gigitan menggunakan sabun dan air mengalir.

Setelah itu, korban dirujuk ke Posko Kesehatan Puskesmas Tuanggeo untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut serta pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR).

Pihaknya telah berkoordinasi dengan petugas Puskesmas, untuk observasi anjing dan vaksinasi massal.

Bhabinkamtibmas mengimbau kepada masyarakat, jika digigit anjing segera cuci luka dengan air mengalir dan sabun selama 15 menit lalu beri antiseptik.
Segera berobat ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk mendapat Vaksin Anti Rabies.

 

Kepada pemilik hewan diimbau, agar mengikat atau mengandangkan anjingnya serta memberi makan dan minum di tempat.

Warga diminta segera memvaksinasi kan anjing ke Dinas Peternakan dan dilarang membunuh atau meracuni anjing secara sembarangan.

Laporkan anjing liar atau agresif ke RT/RW, Kepala Desa dan Dinas Peternakan.

Orang tua juga diminta mengwasi anak-anak agar tidak bermain dengan anjing yang tidak dikenal serta segera melapor kepada Bhabinkamtibmas, atau aparat desa jika ada anjing yang mencurigakan atau menggigit warga.

Saat ini korban berada dalam kondisi baik dan dijadwalkan menerima vaksinasi kedua pada tanggal 10 September 2026

Example 800x350
Example 120x600
banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 728x250
google.com, pub-7244876559405049, DIRECT, f08c47fec0942fa0