KompasNusantaranews, Sikka — Rumah produksi kemasan yang dikelola Koperasi Serba Usaha (KSU) Plea Puli, Desa Bloro, Kecamatan Nita, segera diluncurkan sebagai fasilitas kemasan terpadu pertama dan satu-satunya di Flores.
Fasilitas ini berlokasi di kawasan Sikka Inovation Center (SIK), Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, dan hadir untuk membantu pelaku UMKM lokal mengatasi mahalnya biaya cetak dan desain yang kurang menarik, sekaligus mendongkrak daya saing produk.
General Manager Rumah Produksi Kemasan Plea Puli, Polikarpus M Batawarat menjelaskan, Kementerian Koperasi dan UKM menunjuk KSU Plea Puli untuk mengelola fasilitas tersebut.
Saat ini, rumah kemasan masih melakukan telah melakukan tahapan uji operasional setiap hari mulai pukul 13.00 hingga 18.00 wita.
“Tahap uji operasional telah berlangsung sejak Maret hingga Juli 2026. Peluncuran secara resmi dijadwalkan pada akhir bulan ini, ” ujar Polikarpus kepada media ini, Selasa, 14 Juli 2026 di Maumere.
Ia menyebut, dukungan peralatan terdiri dari 10 unit mesin moderen yang terintegrasi secara sistem, serta didukung tujuh karyawan yang terdiri dari manajer operasional, general manajer, bendahara, dan dua desainer grafis
Polikarpus menyebut berbagai layanan yang tersedia di rumah kemasan dengan harga yang terjangkau seperti cetak stiker atau label kemasan kertas ukuran A3 dengan kisaran harga Rp 12.500.
Selain itu, tersedia kemasan standing pouch yang dibandrol mulai dari harga mulai dari Rp 3.500 untuk ukuran 12×20 cm dan Rp 3.800 hingga Rp 4000 untuk ukuran 15×30 cm.
Kata dia, rumah kemasan juga melayani pencetakan goodie back, kotak nasi, dan label khusus untuk produk VCO maupun moke yang desainnya disesuaikan dengan permintaan pelaku UMKM.
“Tidak hanya kemasan, kami juga melayani sablon baju seharga Rp 30.000 hingga Rp 35.000, serta jasa cetak kartu nama, undangan pernikahan dan komuni suci pertama, ” ujar Polikarpus.
Ia menyebut, rumah kemasan sudah melayani belasan pelaku UMKM dan BUMDES dari Kabupaten Sikka dan Flores Timur, dan permintaan terus meningkat.
“Setelah launching nanti, harapan kami ada peningkatan jumlah pemesan dari seluruh pelaku usaha daratan Flores, mulai dari Lembata, Flores Timur, Ende, Manggarai, Bajawa, Nagekeo hingga Labuan Bajo, ” ujar Polikarpus.
“Dengan menjangkau seluruh daratan Flores, kami ingin membantu pelaku usaha mampu meningkatkan kualitas produk sehingga mampu menembus pasar yang lebih besar, ” tambah dia.
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Sikka, Valerianus Samadaor mengatakan, rumah kemasan tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Koperasi dan UKM.


Fasilitas tersebut merupakan hibah dari kementerian kepada pemerintah daerah. Skemanya itu dikerjasamakan dengan pelaku usaha melalui wadah koperasi.
“Karena skemanya kerjasama ini diwajibkan sejak awal, dinas menggandeng KSU Plea Wuli untuk mengelola rumah kemasan, ” ujar Valerianus.
Menurutnya, pemerintah daerah dan KSU Plea Puli sepakat menjalin kerja sama selama lima tahun dengan skema pembagian keuntungan.
Skema bagi hasil keuntungan tersebut ditetapkan 90 persen untuk KSU Plea Puli dan 10 persen untuk Pemda pada tahap pertama.
Pembagian disesuaikan menjadi 80-20 pada tahun kedua, 70-30 pada tahun ketiga, 60-40 pada tahun keempat, hingga mencapai skema 50-50 pada tahun ketujuh.





















