kompasnusantaranews.com, Pangkep – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang terus memperkuat komitmennya dalam mitigasi bencana banjir di Sulawesi Selatan. Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) Tahap I terkait Studi Penanganan Banjir di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Kegiatan strategis ini bertempat di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Pangkep pada Selasa, 14 Juli 2026.
Kegiatan yang diinisiasi oleh BBWS Pompengan Jeneberang bersama penyedia jasa PT Bina Buana Raya ini bertujuan untuk memaparkan rencana pelaksanaan studi awal, sekaligus menjaring masukan konstruktif dari pemerintah daerah, para pemangku kepentingan (stakeholders), serta elemen masyarakat. Berbagai masukan tersebut nantinya akan diintegrasikan dengan kondisi riil lapangan guna merumuskan rekomendasi penanganan banjir yang tepat sasaran di Kabupaten Pangkep.
Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJSA) BBWS Pompengan Jeneberang, Zul Arifin, S.T., M.T., dalam keterangannya menjelaskan bahwa studi komprehensif ini difokuskan pada tiga daerah aliran sungai (DAS) utama.
“Studi penanganan banjir ini difokuskan pada tiga sungai penting di Kabupaten Pangkep, yaitu Sungai Pangkep, Sungai Sigeri, dan Sungai Mandalle. Ketiga wilayah sungai ini menjadi prioritas agar penanganan dampak banjir ke depan dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan berkesinambungan,” ujar Zul Arifin.
Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, H. Andi Irwan, S.T., M.T., menyambut baik dan mengapresiasi langkah kolaboratif yang digagas oleh BBWS Pompengan Jeneberang. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat krusial mengingat tantangan hidrologi yang kerap dihadapi wilayah Pangkep saat musim penghujan tiba.
Pelaksanaan PKM Tahap I ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat penting, di antaranya para camat, lurah, kepala desa, tokoh masyarakat setempat, serta perwakilan dari berbagai unsur pemangku kepentingan terkait. Keterlibatan lintas sektoral ini diharapkan mampu memperkaya data dan informasi lapangan.
Melalui forum konsultasi masyarakat ini, pemerintah berharap dapat menghimpun aspirasi dan permasalahan faktual yang dirasakan langsung oleh warga. Hasil dari PKM Tahap I akan menjadi fondasi awal dan dasar penting dalam penyusunan dokumen Studi Penanganan Banjir. Diharapkan, dokumen akhir dari studi ini nantinya mampu melahirkan solusi konkrit, komprehensif, serta menjawab permasalahan banjir di Sungai Pangkep, Sungai Sigeri, dan Sungai Mandalle secara efektif dan berkelanjutan demi keamanan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pangkep.





















