Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250
BeritaBreaking NewsMarosSOROTAN NUSANTARASulawesi

Antrean Panjang Truk di SPBU Pettuadae Maros Jadi Sorotan, APKAN RI Minta Pertamina Beri Penjelasan. 

118
×

Antrean Panjang Truk di SPBU Pettuadae Maros Jadi Sorotan, APKAN RI Minta Pertamina Beri Penjelasan. 

Share this article
Example 728x250

Kompasnusantaranews.com, Maros – Antrean panjang truk di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina di Kabupaten Maros, khususnya di SPBU Pettuadae, kembali menjadi sorotan masyarakat. Kondisi yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir itu dinilai mengganggu kelancaran arus lalu lintas karena kendaraan yang mengantre hingga memakan badan jalan dan memicu kemacetan.

Situasi tersebut menimbulkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat. Mulai dari dugaan terbatasnya stok solar subsidi, kecukupan kuota yang disediakan pemerintah, hingga kemungkinan adanya penyalahgunaan distribusi BBM subsidi oleh oknum tertentu untuk kepentingan pribadi.
Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris Aliansi Pemantau Kinerja Aparatur Negara (APKAN RI) Kabupaten Maros, Hadi, meminta Pertamina memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat mengenai penyebab antrean yang terus terjadi.

“Jangan sampai masyarakat menjadi korban akibat lemahnya pengawasan dan pengelolaan distribusi BBM subsidi. Apabila memang terdapat penyimpangan, aparat penegak hukum bersama pihak terkait harus bertindak tegas. Namun jika persoalannya disebabkan keterbatasan pasokan, pemerintah dan Pertamina juga harus menyampaikan kondisi sebenarnya beserta langkah-langkah penyelesaiannya kepada publik,” ujar Hadi.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak dapat dianggap sebagai persoalan biasa karena telah berdampak terhadap aktivitas masyarakat dan roda perekonomian daerah. Kemacetan yang ditimbulkan menghambat distribusi barang, berpotensi meningkatkan biaya transportasi, dan pada akhirnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

APKAN RI berharap distribusi solar subsidi dapat berjalan normal, pengawasan diperketat, antrean panjang segera teratasi, serta masyarakat yang berhak memperoleh BBM subsidi dapat terlayani dengan baik tanpa harus menunggu berjam-jam.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Corporate Secretary & Relations (Comrel) Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya, menjelaskan bahwa secara umum stok dan penyaluran Biosolar subsidi di wilayah Sulawesi, termasuk Kabupaten Maros, berada dalam kondisi aman dan tidak mengalami pengurangan kuota.
“Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memahami perhatian masyarakat terkait antrean kendaraan di sejumlah SPBU, termasuk di Kabupaten Maros. Perlu kami sampaikan bahwa secara umum stok dan penyaluran Biosolar subsidi di wilayah Sulawesi dalam kondisi aman dan tidak terdapat pengurangan kuota,” jelas Okky.

Ia menambahkan, antrean yang terjadi dipengaruhi oleh tingginya permintaan Biosolar pada jam-jam tertentu, perubahan pola konsumsi masyarakat, serta proses verifikasi melalui sistem Subsidi Tepat guna memastikan penyaluran BBM subsidi dilakukan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.
Lebih lanjut, Pertamina menyatakan terus melakukan berbagai langkah perbaikan, di antaranya optimalisasi distribusi ke SPBU, pemantauan stok secara real time, serta pengawasan bersama aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk mencegah penyalahgunaan BBM subsidi.

Pertamina juga mengimbau masyarakat yang menemukan dugaan pelanggaran dalam penyaluran BBM subsidi agar segera melaporkannya melalui Pertamina Contact Center 135 atau kepada aparat berwenang sehingga dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Example 800x350
Example 120x600
banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 728x250
google.com, pub-7244876559405049, DIRECT, f08c47fec0942fa0