kommpasnusantaranews.com, Pangkep – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Hj Fatmawati Rusdi, melaksanakan kunjungan kerja ke Pulau Sabutung, Desa Mattiro Kanja, Kecamatan Liukang Tupabiring Utara, Kabupaten Pangkep, pada Kamis (25/6/2026). Kunjungan ini didampingi oleh Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau, Ketua TP PKK Kabupaten Pangkep, jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Liukang Tupabiring Utara, serta Pemerintah Desa Mattiro Kanja guna memperkuat pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan.
Dalam sambutannya, Bupati Pangkep yang akrab disapa MYL menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah provinsi dan kabupaten. Menurutnya, tantangan geografis tidak boleh menghalangi masyarakat kepulauan untuk memperoleh hak dasar seperti pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan administrasi yang layak. MYL juga menginformasikan pembentukan pos pengaduan kekerasan terhadap perempuan dan anak sebagai bentuk nyata komitmen perlindungan warga.
Rangkaian kunjungan Wakil Gubernur diisi dengan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang menyasar sektor kesehatan, ekonomi, perlindungan sosial, dan edukasi lingkungan. Hj Fatmawati Rusdi menegaskan bahwa kegiatan tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan publik yang setara bagi warga kepulauan.
Pada sektor kesehatan, sebanyak 15 anak mengikuti khitanan massal yang dirangkaikan dengan penyerahan bingkisan guna memastikan layanan kesehatan dasar dapat diakses secara merata selama masa libur sekolah. Di bidang ekonomi keluarga, pemerintah menyelenggarakan pelatihan pengolahan nugget bagi 30 peserta serta menyerahkan bantuan peralatan pembuatan ikan asap dan kemasan kepada kelompok usaha. Fatmawati berharap para pelaku UMKM setempat terus mendapat pendampingan agar mampu menaikkan kelas produk lokal mereka.
Selain itu, sebanyak 40 warga mengikuti sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan, anak, dan perkawinan usia dini. Pemerintah juga memberikan edukasi terkait pengelolaan serta pemilahan sampah rumah tangga guna membudayakan pola hidup bersih dan sehat di kawasan pesisir. Sebagai penutup rangkaian kegiatan sosial, pemerintah menyalurkan bantuan pangan berupa 250 kilogram beras kepada 50 kepala keluarga di pulau tersebut.





















