MAKASSAR kompasnusantaranews.com – Kabar membanggakan datang dari dunia olahraga internasional. DR H. Surianto AM, S.Ag, M.M., yang saat ini menjabat Ketua Umum PB PSTI periode 2026–2029 sekaligus Bendahara Umum PB DDI, resmi diangkat sebagai ‘Vice President Sepak Takraw Dunia”
Pengangkatan tokoh asal Sulawesi Selatan itu diumumkan Pengurus Besar Darud Da’wah wal-Irsyad (PB-DDI) melalui rilis resmi, Jumat 23 Mei 2026. Posisi strategis ini menempatkan Indonesia di jajaran elit pengambil kebijakan olahraga sepak takraw global.
ISTAF adalah International Sepaktakraw Federation, badan tertinggi sepak takraw dunia. Didirikan tahun 1988 oleh lima negara pendiri: Malaysia, Thailand, Singapura, Indonesia, dan Myanmar.
ISTAF merupakan Federasi olahraga internasional yang menjadi satu-satunya induk resmi sepak takraw di dunia. dan bertugas menetapkan aturan permainan atau _Law of the Game_, menyelenggarakan kejuaraan dunia seperti ISTAF World Cup dan ISTAF Super Series, serta memperjuangkan sepak takraw masuk Olimpiade. 4142
Kantor Pusat ISTAF bermarkas di Bangkok, Thailand, dengan sekretariat di Singapura. Federasi ini menaungi 54 asosiasi nasional anggota dan diakui Olympic Council of Asia (OCA). Sepak takraw sendiri sudah menjadi cabang resmi Asian Games sejak 1990.
Saat ini ISTAF dipimpin Acting President Boonchai Lorhpipat, dari Thailand dan Secretary General Datuk Abdul Halim Bin Kader dari Singapura. Struktur Vice President diisi tokoh-tokoh dari negara kuat sepak takraw untuk memperkuat tata kelola global.
Masuknya H. Surianto di jajaran Vice President ISTAF menjadi bukti meningkatnya kepercayaan dunia terhadap Indonesia. Menjadikan Indonesia semakin diperhitungkan, Sebelumnya sepak takraw nasional baru saja mencetak prestasi dengan meraih medali perunggu di TM ISTAF Sepaktakraw World Cup 2026 Kuala Lumpur pada kategori Beregu Pasukan.
“Ini amanah besar untuk Indonesia. Kepercayaan ini harus kita jawab dengan pembinaan yang lebih profesional dan prestasi yang lebih tinggi,” ujar H. Surianto dalam keterangannya.
Sebagai Ketum PB PSTI, ia sudah mencanangkan program ambisius: Pelatnas jangka panjang dengan sistem promosi-degradasi, Liga Sepak Takraw Indonesia 2026 di 5 Zona, dan target emas di kejuaraan Thailand mendatang.
Salah satu agenda utama ISTAF adalah menjadikan sepak takraw sebagai cabang olahraga Olimpiade pada 2026. Dengan masuknya H. Surianto di kepengurusan, peluang Indonesia ikut mengawal roadmap _Road to Olympic_ makin terbuka.






ISTAF juga aktif menggelar kompetisi dunia. Selain World Cup, ada ISTAF Super Series yang mempertemukan negara-negara elite. Thailand masih mendominasi dengan raihan medali terbanyak. Kehadiran putra Indonesia di kursi Vice President diharapkan bisa mendorong pemerataan pembinaan dan kompetisi yang lebih kompetitif.
Profil Singkat, DR H. Surianto AM, S.Ag., M.M. dikenal sebagai tokoh olahraga, orpol dan ormas. Selain memimpin PB PSTI, ia menjabat Bendahara Umum PB DDI, ketua partai Gerindra kota Parepare dan ketua PMI Parepare, Latar belakang di olahraga, keumatan, kemanusiaan dan politik dinilai jadi kekuatan dalam membangun diplomasi olahraga internasional.
Dengan posisinya di ISTAF, Indonesia kini punya akses langsung ke pusat pengambilan keputusan sepak takraw dunia. Mulai dari regulasi, kalender kejuaraan, hingga program pengembangan. Sebuah langkah strategis untuk mengembalikan kejayaan sepak takraw Indonesia di level global. (*asp)






















