SLEMAN kompasnusantaranews.com – Kabupaten Sleman genap berusia 110 tahun pada 15 Mei 2026. Peringatan tahun ini mengusung tema _“Nggendong Mikul Murih Rahayuning Sleman”_ yang berarti bersama-sama memikul dan menggendong beban demi keselamatan dan kesejahteraan Sleman.
Tema itu menjadi napas dalam seluruh rangkaian perayaan, termasuk peluncuran Sampul Peringatan Filateli edisi khusus HUT ke-110 Kabupaten Sleman. Perkumpulan Penggemar Filateli Indonesia memilih Pasar Godean sebagai ikon utama dalam prangko tersebut.
Pasar Godean dipilih karena mewakili wajah Sleman yang modern tanpa meninggalkan tradisi. Pasar ini sudah lama menjadi penggerak ekonomi di wilayah barat Yogyakarta. Sejak era kolonial hingga kini, Godean dikenal sebagai poros ekonomi yang hidup dari berbagai komoditas.

Godean sendiri punya jejak sejarah panjang. Nama Godean melekat dengan Kripik Belut yang legendaris, kisah Pak Harto muda, peristiwa Serangan Umum Godean, hingga sentra genteng yang menopang ekonomi warga. Pasar Godean menjadi pusat pertemuan semua denyut itu, tempat tradisi dan modernitas berjalan beriringan.
Sampul Peringatan Filateli dicetak sangat terbatas sebagai bentuk dokumentasi sejarah. Bersama sampul itu, diluncurkan pula Cap Slogan _“110 Tahun Kab. Sleman”_ yang akan digunakan di Kantor Pos Utama Yogyakarta, Kantor Pos Godean, dan Kantor Pos Sleman selama periode 15 Mei hingga 31 Juni 2026.
Setiap surat dan kartu pos berprangko yang dikirim dari kantor pos tersebut akan dibubuhi cap slogan ini, ikut membawa pesan HUT Sleman ke seluruh Indonesia bahkan mancanegara.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Pengurus Pusat Perkumpulan Penggemar Filateli Indonesia, Pengurus Daerah PFI D.I. Yogyakarta, PT Pos Indonesia, dan Pemerintah Kabupaten Sleman.


Bagi warga Sleman, peringatan 110 tahun ini bukan sekadar seremonial. Melalui tema _“Nggendong Mikul Murih Rahayuning Sleman”_, ajakan untuk gotong royong menjaga dan membangun Sleman agar semakin rahayu, aman, dan sejahtera kembali digaungkan.
“Selamat Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman. Mari terus nggendong dan mikul bersama untuk rahayuning Sleman,” demikian pesan yang disampaikan Uul Jihadan panpel kegiatan (*asp)





















