Kompasnusantaranews.com, Manggarai – Memasuki hari kelima operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban tenggelamnya KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar, Tim SAR Gabungan kembali menemukan bukti baru berupa serpihan kapal serta memperkuat armada dengan penambahan personel penyelam profesional dan teknologi bawah air.
Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, mengungkapkan bahwa pada pukul 08.12 WITA, Tim RBB Ditpolair Polda NTT berhasil menemukan bagian dinding kapal KM Putri Sakinah di sekitar area pencarian.


Selain itu, Fathur mengonfirmasi hasil forensik terbaru terkait jenazah yang ditemukan pada Senin (29/12). “Berdasarkan hasil identifikasi Tim Posko Antemortem DVI Polres Manggarai Barat, jenazah tersebut dipastikan merupakan salah satu dari empat WNA asal Spanyol yang dilaporkan hilang. Saat ini, fokus utama kami adalah menemukan tiga korban lainnya dengan menyisir pulau-pulau di sekitar Pulau Padar serta mengoptimalkan operasi bawah air,” jelasnya.
Untuk mempercepat proses evakuasi, Tim SAR Gabungan menambah personel penyelam yang terbagi dalam 3 SAR Rescue Unit (SRU). Sebanyak 11 penyelam dari berbagai komunitas dan instansi dikerahkan ke tiga titik strategis:
-
SRU 1: Perairan Utara Pulau Serai.
-
SRU 2: Perairan Timur Pulau Padar.
-
SRU 3: Perairan Selatan Pulau Serai.
Tim penyelam ini terdiri dari personel Rescuer Kantor SAR Maumere berkolaborasi dengan komunitas penyelam profesional, di antaranya Sea Creatures, Scuba Republic, Scuba Go, Alexa Phinisi, Azul Komodo, Red Whale, dan Papiton Dive.
Selain kekuatan personel, Tim SAR juga memaksimalkan alutsista canggih. “Hari ini kami mengerahkan alat seabob dan sonar milik Ditpolair Polda NTT untuk mendeteksi keberadaan bangkai kapal di dasar laut. Selain itu, drone thermal juga diterbangkan untuk melakukan pemantauan udara di titik-titik yang sulit dijangkau kapal,” tambah Fathur.

Sebelum operasi dimulai, pihak Kedutaan Besar Spanyol bersama keluarga korban sempat mengunjungi KN SAR Puntadewa 250 untuk berkoordinasi langsung dengan Tim SAR Gabungan. Pihak keluarga menyampaikan harapan besar agar operasi hari ini membuahkan hasil maksimal.
Sebanyak 12 unit kapal dan berbagai peralatan pendukung dikerahkan dalam operasi hari ke-5 ini, meliputi:
-
KN SAR Puntadewa 250 (1 unit) & Sea Rider (1 unit)
-
RIB 500 PK Pos SAR Manggarai Barat (1 unit)
-
KNP. Grantin (1 unit)
-
Speed Patroli & RBB KSOP Labuan Bajo (2 unit)
-
Kapal Cepat Patroli & RIB Polairud Polda NTT (3 unit)
-
RBB Lanal Labuan Bajo 500 PK (1 unit)
-
Sea Rider KP. Ibis & Sea Rider milik kapal terkait (2 unit)
-
RBB Gakkum (1 unit)
Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan terus berupaya maksimal di lapangan meskipun menghadapi tantangan kondisi arus bawah laut yang dinamis.































