
Kompasnusantaranews.com, Larantuka – Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), meletus pada Senin (4/11/2024) dini hari, sekitar pukul 00.30 WITA. Erupsi ini mengakibatkan 10 orang tewas, enam di antaranya adalah satu keluarga yang tertimbun reruntuhan rumah di Desa Klatanlo, sekitar 5 kilometer dari pusat erupsi.
Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan jumlah korban jiwa akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki mencapai 10 orang. Selain itu, 63 orang mengalami luka-luka, 31 di antaranya mengalami luka berat. Korban meninggal dunia akibat “lava pijar panas dan reruntuhan batu”. Lontaran batu api mencapai enam kilometer dari puncak Gunung Lewotobi.
Sebanyak 2.472 orang dari 8 desa di 2 kecamatan Flores Timur terpaksa mengungsi akibat erupsi gunung ini. Pemerintah daerah telah mendirikan 3 titik lokasi pengungsian di Desa Konga, Desa Lewolaga, dan Desa Tietena.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan agar radius 7 km (4,3 mil) di sekitar gunung berapi dievakuasi. Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, dan Nobo.
Akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, empat bandara di Pulau Flores sementara berhenti operasi.
Pemerintah Kabupaten Flores Timur telah menetapkan status tanggap darurat menyusul erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.
Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur merupakan peristiwa yang tragis, mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan. Penting bagi masyarakat untuk mengikuti imbauan dan rekomendasi dari pihak berwenang, serta selalu waspada terhadap potensi bahaya erupsi gunung berapi.
Views: 1,259






























