Kompasnusantaranews.com, Sikka – Gerbang masuk kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sikka mendadak terblokir total oleh tumpukan batu besar hari ini, Kamis (30/10/2025) siang, menyusul aksi damai yang dihelat oleh Forum Rakyat Resah dan Gelisah (Fokalis) Kabupaten Sikka. Aksi dramatis ini menjadi puncak kemarahan warga atas dugaan kegagalan kinerja pemerintah daerah dan DPRD dalam menjalankan amanah rakyat.
Dalam kejadian yang mengejutkan, Ketua Fokalis, Frederich F. Baba Djoedje, datang sendiri ke gedung DPRD Sikka. Tak hanya membawa sembilan poin tuntutan, ia turut serta membawa satu unit mobil dumptruck bermuatan batu.
“Batu-batu ini langsung dibongkar tepat di pintu gerbang kantor DPRD Sikka,” pantauan media di lokasi.
Akses keluar masuk kendaraan DPRD Sikka pun lumpuh total. Aksi ini adalah simbol ketidakpuasan mendalam warga Sikka yang disebut Ivan, sapaan akrab Frederich, merasa “sangat Resah dan Gelisah” sepanjang tahun 2025 terhadap dinamika penyelenggaraan pemerintahan.
Poin tuntutan yang paling mengiris hati masyarakat adalah buruknya pelayanan di Rumah Sakit TC. Hillers Maumere, rumah sakit rujukan Flores-Lembata. Fokalis menuding ketiadaan dokter spesialis telah berujung pada kasus-kasus kematian pasien dan keterlambatan pelayanan kesehatan.
“Bupati dan DPRD dinilai tidak serius menyelesaikan polemik kekurangan dokter spesialis yang disinyalir gajinya kecil,” tegas Fokalis dalam dokumen tuntutannya.

Aksi ini mendesak DPRD dan Pemda Sikka untuk segera melakukan efisiensi anggaran DPRD – termasuk pengkajian ulang tunjangan perumahan dan transportasi yang mencapai belasan juta per bulan – dan mengalokasikannya untuk penambahan gaji dan tunjangan dokter spesialis di RS TC. Hillers Maumere.
Selain isu kesehatan, Fokalis juga menyentil isu integritas dan akuntabilitas:
- Lemahnya Pengawasan Korupsi: DPRD Sikka disoroti karena dianggap lemah dalam pengawasan kasus-kasus korupsi yang merugikan negara dan masyarakat.
- Transparansi Dana Hibah Pokir Rp 35 Miliar: Fokalis mendesak agar alokasi Dana Hibah Pokir sebesar Rp 35 Miliar dibuka secara transparan kepada publik, mengingat rata-rata tiap anggota DPRD memiliki kewenangan alokasi hingga Rp 1 Miliar.
- Pemaksaan Penutupan Pasar Rakyat: Warga juga menuntut duduk bersama untuk mencari solusi terbaik terkait pemaksaan penutupan Pasar Rakyat di Wolomarang, Wuring, yang selama ini sangat membantu kehidupan warga Sikka.

Tuntutan Fokalis ini diserahkan langsung oleh Frederich F. Baba Djoedje kepada Sekretaris Dewan DPRD Kabupaten Sikka, menandai hari yang penuh ketegangan dan desakan reformasi di Sikka.































