Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250
Daerah NusantaraSikka

Kunker di Maumere, Gubernur NTT Minta Kepala UPTD Kreatif Dongkrak PAD

421
×

Kunker di Maumere, Gubernur NTT Minta Kepala UPTD Kreatif Dongkrak PAD

Share this article
Example 728x250

Kompasnusantaranews.com, Sikka – Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena atau Melki Laka Lena meminta seluruh kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pemerintah Propinsi di Kabupaten Sikka untuk kreatif dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD.

Hal ini disampaikan dalam pertemuan bersama jajaran UPTD Provinsi NTT, Sabtu (6/9/2025) di kantor UPTD Pendapatan Daerah Kabupaten Sikka.
Kegiatan ini merupakan rangkaian kunjungan kerja di Pulau Flores dengan fokus utama pada upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Melki Laka Lena meminta agar UPTD Pendapatan Daerah memaksimalkan penagihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebagai salah satu cara meningkatkan pendapatan dari sektor tersebut.

“Harus kreatif agar banyak orang tersentuh dengan program keringanan pajak. Jangan ada aset daerah yang mangkrak. Bisa kerja sama dengan banyak pihak, ” ujarnya.

Melki Laka Lena juga mendorong agar kerja sama UPTD dengan kabupaten dan pihak-pihak yang bisa membantu optimalisasi mesti digencarkan. Jangan pikirkan besarannya, yang penting banyak orang membayar. Tanpa itu, bicara soal pendapatan daerah hanya mengada-ada.

“Ini harus serius, karena makin lama transfer daerah pasti menurun. Karena itu, PAD mesti ditingkatkan. Mindset UPTD mesti berubah, termasuk dari sektor kehutanan dan lainnya agar dipikirkan pola-pola baru, ” tegasnya.

Dorong Hilirisasi Produk Lokal

Melki Laka Lena menambahkan, dengan cara berpikir baru, UPTD bisa mendorong percepatan hilirisasi produk-produk lokal sebagai salah satu sumber PAD. Produk – produk hilirisasi ini nanti akan ditampung di NTT Mart.

Ia mencontohkan kesuksesan produk madu Amfoang yang kini menembus pasar nasional berkat pengemasan dan branding profesional.

“Saya juga berharap ada NTT Mart di Sikka. Saat orang keluar dari Sikka, orang bisa beli sesuatu produk khas NTT, ” ujar Melki Laka Lena.

Tantangan Nyata di Lapangan

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah kendala yang dihadapi UPTD di Kabupaten Sikka ikut mencuat. Di antaranya, UPTD Kehutanan menyampaikan keluhan terkait belum adanya regulasi yang menjadi dasar pungutan di Kawasan Ekowisata Waigete.

Hal ini dinilai menjadi salah satu penghambat optimalisasi kontribusi sektor kehutanan bagi PAD.

Melki Laka Lena menegaskan bahwa semua masukan dari UPTD akan dijadikan bahan untuk merumuskan kebijakan dan inovasi baru di tingkat provinsi, sekaligus mendorong sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah dan pusat.

“Kita harus kerja cerdas, kreatif, dan sinergis. Semua potensi daerah harus dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka, Adrianus Firminus Parera dan jajaran Forkopimda.

Serta kepala UPTD lintas sektor, pimpinan OPD dan undangan lainnya. Diskusi berlangsung terbuka dan serius, membahas berbagai kendala yang selama ini menghambat optimalisasi PAD di tingkat daerah.

Example 800x350
Example 120x600
banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 728x250
google.com, pub-7244876559405049, DIRECT, f08c47fec0942fa0