Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250
Hukum-KriminalJakartaNasional

Tragedi Pejompongan: Pengemudi Ojol Tewas Terlindas Mobil Taktis Polisi di Tengah Demonstrasi

112
×

Tragedi Pejompongan: Pengemudi Ojol Tewas Terlindas Mobil Taktis Polisi di Tengah Demonstrasi

Share this article
Example 728x250

Kompasnusantaranews.com, Jakarta – Seorang pengemudi ojek online (ojol) dilaporkan tewas setelah terlindas oleh kendaraan taktis milik Brimob di tengah kericuhan antara demonstran dan aparat kepolisian di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/8/2025) malam. Insiden tragis ini terjadi saat polisi berupaya membubarkan massa yang berbuat anarkis.

Menurut sejumlah video amatir yang beredar, insiden bermula ketika sebuah kendaraan taktis Brimob melaju kencang untuk memecah kerumunan massa. Pada saat yang sama, seorang pengemudi ojol terjatuh ke jalan dan terlindas oleh kendaraan tersebut. Meskipun sempat terhenti sejenak setelah warga berteriak, kendaraan taktis itu diduga melanjutkan lajunya, melindas kembali korban yang tergeletak di aspal. Korban dikabarkan meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke Rumah Sakit Pelni.

Hingga rilis pers ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai kronologi pasti dan pertanggungjawaban atas insiden tersebut.

Insiden ini merupakan bagian dari rangkaian kerusuhan yang pecah usai aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI. Kericuhan meluas hingga ke beberapa wilayah, termasuk Gelora Bung Karno (GBK), Tanah Abang, dan Petamburan. Massa demonstran dilaporkan melakukan perusakan dan pembakaran, memaksa aparat kepolisian untuk melakukan tindakan represif.

Di kawasan GBK, massa berhadapan dengan petugas kepolisian yang melepaskan tembakan peringatan. Sementara itu, di Jalan Petamburan, polisi menggunakan gas air mata untuk memukul mundur massa yang melempari petugas dengan batu dan petasan. Meski mendapat perlawanan sengit, aparat terus berupaya mengendalikan situasi.

Aksi anarkis yang terjadi ini dipicu oleh protes terhadap kebijakan pemerintah, khususnya mengenai tunjangan perumahan sebesar Rp. 50 juta per bulan bagi anggota DPR RI. Tuntutan ini dinilai tidak logis di tengah kondisi ekonomi yang sulit. Unjuk rasa yang telah berlangsung sejak Senin (25/8/2025) ini juga sempat melumpuhkan sejumlah akses transportasi umum, menunjukkan besarnya skala protes yang terjadi di Ibu Kota.

Pihak berwajib saat ini masih berupaya memulihkan ketertiban dan memastikan keamanan warga di wilayah terdampak.

Example 800x350
Example 120x600
banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 728x250
google.com, pub-7244876559405049, DIRECT, f08c47fec0942fa0