Kompasnusantaranews.com, Sikka – Uskup Maumere, Mgr, Ewaldus Martinus Sedu menyerukan kepada seluruh gereja di wilayah keuskupan Maumere, dan komunitas religius untuk mengadakan misa harian untuk mendoakan mendiang Paus Fransiskus.
“Terhitung mulai, Selasa, 22 April 2025 pagi tadi sudah didoakan secara khusus untuk mengenang Bapa Paus Fransiskus sampai dengan jadwal pemakaman yang beritanya akan kita dengar langsung dari vatikan,” kata Sekretaris General Keuskupan Maumere, R.D. Yakobus Dionisius Migo kepada wartawan pada Selasa, (20/4/2025) di Maumere.
Dijelaskan Romo Donnie Migo, sesuai tradisi, masa perkabungan setelah meninggalnya Paus biasanya berlangsung selama empat hingga enam hari. Namun, ada informasi bahwa masa perkabungan berlangsung selama sembilan hari.
“Namun hingga saat ini kami belum terima berita resmi dari Vatikan. Kami baru terima berita kematian Bapa Paus Fransiskus yang dikirim langsung dari Vatikan ke email keuskupan, ” ujarnya.
Ia menambahkan, terkait tugas kepausan untuk sementara akan diambil alih oleh Kardinal camerlengo sampai dengan pemakaman. Setelah itu, dalam waktu dua atau tiga minggu akan diadakan konklaf untuk pemilihan Paus baru.
“Sekitar 137 Kardinal dibawah usia 80 tahun akan diundang ke Roma untuk mengikuti Konklaf di kapela Sistina untuk memilih Paus yang baru, ” ujar Romo Donnie Migo.
Ia mengenang betapa diberkatinya umat umat katolik ketika Paus Fransiskus terpilih di tahun 2013, sosok yang sangat dekat dengan orang miskin dan termarjinalkan ini langsung masuk ke salah satu pemimpin dunia yang paling berpengaruh.
“Menjelang akhir masa pontifikatnya, Paus Fransiskus juga sempat mengunjungi Indonesia. Ini sungguh suatu hal yang membahagiakan dan tak terduga bahwa Bapa Paus punya kerinduan untuk mengunjungi kita di Indonesia, ” ujar Romo Donnie Migo.
Diketahui Bapa Paus Fransiskus meninggal di kediamannya di Casa Santa Marta Vatikan pada Senin, 21 April 2025 pukul 07.35 waktu Eropa































