Kompasnusantaranews.com, Maros – Hasil investigasi Media di lapangan yang dapatkan informasi pada Rabu, 11 Maret 2026, mengungkap adanya informasi dari beberapa sumber yang menyebut bahwa PT. NEW HOPE INDONESIA diduga pernah menggunakan batu bara sebagai bahan bakar operasional perusahaan.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari sejumlah narasumber di sekitar perusahaan, pada saat itu terlihat aktivitas yang diduga berkaitan dengan penggunaan batu bara. Informasi tersebut juga diperkuat oleh pengakuan beberapa orang yang mengaku sebagai karyawan perusahaan.
Menurut keterangan mereka, sisa pembakaran yang diduga berasal dari batu bara pernah diambil oleh sejumlah karyawan untuk dimanfaatkan sebagai material timbunan di rumah masing-masing.
Informasi tersebut berbeda dengan hasil pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Maros pada 6 Juli 2026. Dalam keterangannya, DLH menyatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan dan penjelasan dari pihak perusahaan,
“PT. NEW HOPE INDONESIA tidak menggunakan batu bara sebagai bahan bakar, melainkan cangkang sawit” ujar tim pengawas saat dikonfirmasi Media, Maros 08/07/2026.
Perbedaan informasi ini menjadi perhatian karena berkaitan dengan aspek kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan pengelolaan lingkungan hidup. Oleh karena itu, diperlukan klarifikasi lebih lanjut dari seluruh pihak yang terkait agar diperoleh informasi yang utuh dan dapat dipertanggungjawabkan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT. NEW HOPE INDONESIA (Bagian HRD dan Bagian legal) belum memberikan tanggapan resmi terkait informasi yang disampaikan oleh sejumlah sumber mengenai dugaan penggunaan batu bara pada Maret 2026 maupun terkait pemanfaatan sisa pembakaran yang disebut diambil untuk dijadikan timbunan Rumah oleh beberapa karyawan.
Redaksi dan Wartawan Kompasnusantaranews.com, tetap membuka ruang bagi PT. NEW HOPE INDONESIA untuk memberikan hak jawab, klarifikasi, maupun penjelasan resmi sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Pers.




















