Kompasnusantaranews.com, Pinrang – Sekitar dua ribuan jamaah persyarikatan Muhammadiyah kota Pinrang memadati masjid Mujahidin Muhammadiyah, di jalan Monginsidi Pinrang, Jumat (20/3/2026).
Bertindak sebagai imam shalat Ied Ustadz Rahmadi, dan khatib Prof.Dr. Abdul Qadir Gassing wakil ketua PWM Sulsel.


Ketua PDM Pinrang yang diwakili Ustadz Munir Amir mengatakan ketua PDM Pinrang tidak sempat membersamai jamaah karena bertugas menjadi khatib di Pekkabata, namun berpesan menyampaikan terimakasih dan apresiasi tinggi buat pemerintah Bupati, camat dan kepala desa serta terkhusus para Babinsa dan Babinkamtibmas sehingga kegiatan ramadhan di 12 cabang dan ranting serta 9 titik pelaksanaan hari raya Ied terlaksana dengan sukses.


Munir juga menjelaskan terkait perbedaan lebaran itu hal yang biasa bukan sebuah perdebatan, dan menghimbau jaga kebersamaan, tidak perlu pamer makanan karena masih ada saudara kita yang berpuasa hari ini.
Dalam khutbahnya khatib Abdul Qadir gassing menguraikan implikasi ramadhan untuk kejayaan bangsa.


Alhamdulillah ramadhan telah usai, kami telah memuliakan dan mengisinya dengan kegiatan kegiatan yang engkau dan nabimu perintahkan, semoga amalan amalan itu akan mendekatkan kami kepadamu.
“Kami sadar engkau mengampuni semua dosa kecuali dosa syirik, bila kami keliru karena melakukan kesyirikan baik yang nyata maupun tidak maka ampunilah kami” pintanya.
Lanjut diuraikan karakteristik orang bertaqwa itu, diantaranya menginjakkan harta dalam keadaan susah dan senang, mengendalikan amarah, memaafkan yang bersalah, berbuat baik terhadap sesama manusia, dan meminta ampun dan bertaubat atas dosa dosa yang diperbuatnya dan berjanji tidak mengulanginya kembali.

Selain itu Abdul Qadir juga mengoreksi tentang keberadaan Tari Padduppa saat pelaksanaan olimpic Ahmad Dahlan di Makassar tanggal 25 februari 2026, dan penonaktifan akun anak dibawah umur 16 tahun di platform yang dinilai beresiko tinggi.
“Akhirnya saya menghimbau kepada kita semua agar sepulang dari shalat Ied ini, segera temui orang tuanya bila masih hidup, muliakan mereka, sembah sujud ke mereka, jangan pernah menyakitinya, dan bagi yang orang tuanya telah tiada, doakan mereka disetiap akhir shalatmu” tutupnya (*asp).





















