Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250
Hukum-KriminalPareparePolitik

Akun Dedot Pareogi Diduga Kuat Lakukan Ujaran Kebencian Kepada Kontestan Pilkada Parepare

1095
×

Akun Dedot Pareogi Diduga Kuat Lakukan Ujaran Kebencian Kepada Kontestan Pilkada Parepare

Share this article
Example 728x250

Kompasnusantaranews.com, Parepare – Tinggal beberapa hari lagi, Pemilihan Kepala daerah serentak di seluruh Indonesia akan dihelat. Khususnya di Kota Parepare, kota kelahiran Presiden ke-3 RI, BJ Habibie ini, situasi politik semakin memanas di antara pendukung masing-masing pasangan calon. Berbagai persoalan diangkat dan strategi menjatuhkan lawan politik mengemuka di tengah masyarakat, bahkan menjadi viral dan bahan diskusi di berbagai kesempatan dan media.

Setelah viralnya konten yang mengandung unsur sara dan pelecehan terhadap gender yang melibatkan salah satu pemeran konten adalah pasangan calon di Pilkada Kota Parepare, kini mencuat kasus ujaran kebencian yang dilakukan oleh pendukung salah satu pasangan calon, yang mengajak masyarakat untuk membenci pasangan calon tertentu melalui media sosial facebook.

Dalam postingan pemilik akun bernama Dedot Pareogi, menuliskan, “Jgn mau dipimpin, jk pemimpinnya pake hijab..!!” yang dishare ke group facebook AKU CINTA PAREPARE. Postingan tersebut disampaikan tepat merespon poastingan foto-foto calon wali kota wanita satu-satunya di Kota parepare yang mengenakan hijab.

Ironisnya bahwa pemilik akun Dedot Pareogi menambahkan dengan kalimat, “Saya tidak benci dgnbyg berhijab. Suka mlh. Cmn org gila yg pemimpinnya pk hijab.” kalimat ini merespon ucapan akunlain yang mengajukan pertanyaan mengapa yang bersangkutan sangat membenci calon pemimpin yang berhijab.

Dari keterangan yang diperoleh, pemilik akun Dedot Pareogi adalah simpatisan dan diduga merupakan salah satu tim dari pasangan calon yang bertarung di Pilkada Kota Parepare.

Postingan tersebut direspon dengan kecaman oleh berbagai pihak, baik netizen, para tokoh masyarakat, akademisi, hingga para pemuka agama.

Tommy Sunarto, salah satu tokoh Golkar Parepare menyampaikan keprihatinannya terhadap beredarnya ucapan tersebut, yang bertendensi mengajak masyarakat pemilih untuk membenci pasangan calon di pilkada Parepare yang berhijab. Lebih dari itu, ujaran yang disampaikan juga mengandung sara, karena “hijab” itu merupakan simbol agama tertentu. “Secara langsung, yang bersangkutan mengajak masyarakat untuk tidak menerima pemimpin yang berhijab,” tegas Sekretaris FKPPI tersebut.

Ia juga mengajak kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh postingan-postingan dan ajakan yang cenderung bersifat negatif dan membenci sesama, sehingga pilkada yang sebentar lagi akan dijalani, dapat berlangsung dengan aman dan damai. “Masyarakat Kota Parepare ini dominasi muslim, dan tentunya hijab itu adalah bagian dari kehidupan para wanita muslimah di Kota Parepare. Pastinya, ujaran di facebook tersebut, juga bisa menyinggung kaum wanita muslimah. Sungguh perbuatan yang sangat tidak terpuji,” tambah Tommy.

Sementara itu, Penulis dan Editor Ahli Bahasa pada puluhan buku, Dr. Indra Kurniawan G., mengungkapkan dari aspek rasa bahasa dan makna, postingan tersebut sudah mengandung unsur ujaran kebencian, dan tentu saja jika merujuk pada undang-undang ITE, bisa didalami persoalan tersebut sebagai tindakan pidana, “Namun itu domainnya para penegak hukum, dan tim pemenangan dari pasangan calon yang merasa dilecehkan calonnya. Dari postingan tersebut cukup jelas menyerang salah satu pasangan calon yang nota bene adalah seorang wanita berhijab. Dan bisa digugat, karena postingan tersebut disematkan ke postingan foto-foto yang diunggah tentang calon pemimpin Kota Parepare berhijab. Sehingga sasaran ujaran pemilik akun tersebut jelas dan bisa menjadi alat bukti.”

Dr. Indra menegaskan bahwa untuk mempertegas argumentasi, bisa diundang ahli untuk membedah ujaran di postingan facebook tersebut, apabila yang bersangkutan dipidanakan dengan undang undang ITE. Terutama perbuatan yang bersangkutan dapat menimbulkan persepsi buruk terhadap pasangan calon tertentu.

Pantauan media ini, belum ada informasi yang berkembang terkait laporan terhadap pelaku ujaran di facebook tersebut. Namun postingan itu sampai saat ini terus menjadi perbincangan publik dan dishare berulang kali. Di beberapa kesempatan, bahkan terjadi perdebatan antara pendukung pasangan calon yang diakibatkan oleh postingan tersebut. Hal ini menimbulkan aneka tafsiran bahwa di balik postingan tersebut, terindikasi ada intervensi tim pasangan calon tertentu. Masyarakat Kota Parepare yang akan menilai sendiri, siapa calon pemimpin yang pantas memimpin Kota Parepare. Tanggal 27 November, sebentar lagi, semoga pesta demokrasi yang akan berlangsung berjalan sesuai dengan harapan hati masyarakat, khususnya di Kota Parepare.

 

 

 

Example 800x350
Example 120x600
banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 728x250
google.com, pub-7244876559405049, DIRECT, f08c47fec0942fa0