Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250
Hukum-KriminalPareparePolitik

Konten Video Diduga Pelecehan, Paslon Pilkada Parepare Menuai Kritik

958
×

Konten Video Diduga Pelecehan, Paslon Pilkada Parepare Menuai Kritik

Share this article
Example 728x250

Kompasnusantaranews.com, Parepare – Sebuah konten video yang melibatkan salah satu pasangan calon kontestan dalam Pilkada Wali Kota dan Wakil Wali Kota parepare menuai kritik dari berbagai pihak, lantaran video yang diunggah mengandung unsur pelecehan dan berpotensi menyulut isu SARA. Selain netizen, kritik dan kecaman juga datang dari sejumlah organisasi dan tokoh kemasyarakatan dan keagamaan. Bahkan sejumlah masyarakat menyayangkan bahwa video tersebut membuat pasangan calon di dalam konten video menjadi tidak mendapatkan simpati oleh masyarakat.

“Mukenah adalah pakaian khusus muslimah yang sakral dalam Islam. Menjadikannya bahan olok-olokan untuk kepentingan politik adalah pelecehan syariat,” ucap Ketua KPPSI Parepare, Syaiful, pada Selasa 20 November 2024, yang menyayangkan bahwa video yang tampak tidak senonoh itu menampilkan simbol-simbol agama yang digunakan tidak pada tempatnya.

“Dalam surat An-Nur ayat 31 dan Al-Ahzab ayat 59, Allah telah memerintahkan muslimah untuk menjaga auratnya dengan berpakaian yang menutup seluruh tubuh. Ini adalah identitas taqwa yang harus dihormati,” jelas Syaiful lebih lanjut.

Syaiful meminta semua tokoh yang terlibat dalam pembuatan dan penyebaran konten video tersebut, termasuk kreator, aktor, dan pihak pendukung, untuk segera meminta maaf kepada umat Islam dan menghapus konten tersebut. “Video itu tidak hanya melecehkan syariat Islam, tetapi juga mencederai identitas Kota Parepare sebagai kota santri dan ulama,” tegasnya. Ia memperingatkan bahwa jika tuntutan ini tidak diindahkan, KPPSI akan membawa kasus tersebut ke jalur hukum.

“Hijab dan mukenah diwajibkan bagi muslimah, bukan untuk dipermainkan oleh laki-laki. Hal ini sangat sensitif dan berpotensi memicu polemik di masyarakat,” jelas  Ruslan, Sekretaris KPPSI Parepare.

Senada dengan KPPSI, Ketua HMI Komisariat UNM Parepare juga angkat bicara mengritisi konten video tersebut. “Konten ini sangat berpotensi menimbulkan konflik SARA, aparat hukum harus segera bertindak,” harap Fadil Hamzah.

Sampai saat ini, video ini terus diviralkan dan semakin menarik protes berbagai kalangan, yang mengharapkan agar pasangan calon tersebut dapat melakukan klarifikasi atau meminta maaf. Video tersebut, secara tidak langsung merusak reputasi pasangan calon nomor urut 3 yang turut dalam konten video.

Sebagian pengamat dan akademisi mencermati isi video tersebut, dan menilai bahwa video itu mengandung kampanye negatif. Sejumlah tokoh berharap Bawaslu Parepare segera menyelidiki permasalahan ini, agar persoalan konten video tersebut tidak meluas. Publik akan menilai sendiri, apakah pasangan calon ini pantas untuk memimpin Parepare atau tidak, dengan beredarnya video yang terindikasi melecehkan kaum perempuan berhijab.

Example 800x350
Example 120x600
banner 325x300

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 728x250
google.com, pub-7244876559405049, DIRECT, f08c47fec0942fa0